Lidah Naik Kasta di Sate Tegal Abu Salim

Kalau kamu biasa makan sate madura, sudah saatnya lidahmu mencoba rasa sate yang lebih maknyus lagi. Lidah naik kasta di Sate Tegal Abu Salim.

Teman saya perah bilang, sate itu ada beberapa tingkatan. Paling rendah sate Madura, berikutnya sate Betawi, yang paling enak sate Tegal. Sebelumnya saya tidak pernah ambil pusing. Saya tergolong orang yang bisa makan apa saja, dan tidak pernah mempermasalahkan rasa makanan. Bagi saya, makan itu fungsinya ya untuk menghilangkan rasa lapar. Tapi ternyata memerhatikan rasa makanan yang kita makan dan makan dengan ilmu itu seru juga.

Sebetulnya saya sudah sering merasakan sate Tegal. Bahkan pernah langsung di kota Tegalnya, sekembali dari Dieng. Komentar saya ya sekadar enak saja. Cukup. Tapi setelah berniat membuktikan perkataan teman saya dan mengetahui beberapa fakta tentang sate, saya mencoba mendatangi sebuah tempat makan sate di Jakarta, tepatnya di Jl. Raya Condet No. 2, dekat pertigaan Jalan Batu Ampar 1. Jalan Raya Condet memang menjadi jalan alternatif saya menghindari macet di jam pulang kantor.

Dari depan, restoran Sate Tegal Abu Salim tidak kelihatan besar. Malah tidak terlihat seperti restoran, karena rak-rak etalase dan toko yang menutupi setengah dari area depannya. Tidak tampak orang ramai makan di depan. Hanya terlihat banyak mobil dan motor yang terparkir di depannya.

satetegalabusalim6

Ketika masuk ke dalam, baru terlihat ramai orang duduk di kursi-kursi meja makan. Padahal sudah pukul 9.30 malam. Sebagian pengunjungnya adalah orang berwajah Arab keturunan. Pemilik restotan ini adalah orang keturunan Arab Tegal.

Di daerah Condet ini tinggal banyak orang Indonesia keturunan Arab. Pedagang Arab yang datang dari Hadramaut, Yaman Selatan, di sekitar tahun 1840 inilah yang menyatu dengan orang pribumi. Di wilayah kampung Arab ini banyak terdapat restoran yang menyediakan masakan Timur Tengah, seperti nasi kebuli, nasi mandhi, dll. Toko-toko mereka dinamakan dengan nama-nama tempat di Hadramaut.

Sesuai dengan namanya, Sate Tegal atau Sate Kambing Tegal adalah sate khas daerah Tegal, Slawi, dan sekitarnya. Tapi nama Sate Tegal hanya dikenal di Jakarta, ya. Di Tegal tidak disebut Sate Tegal, tetapi disebut Sate Kambing Balibul. Balibul adalah kependekan dari “baru lima bulan”. Ya, daging kambing yang digunakan untuk sate Tegal adalah kambing berusia di bawah 5 bulan.

satetegalabusalim2
Sate tegal Abu Salim di atas hotplate

Sate Tegal Abu Salim menyediakan menu khas Arab keturunan Tegal. Karena ingin membandingkan rasa sate madura dan betawi dengan sate tegal, jadi saya memesan menu sate dan sop kambing.

Sate khas Tegal dibakar dan disajikan polos, tanpa bumbu. Saya agak penasaran dengan cara membakarnya, karena tidak ada bekas hangus seperti halnya sate madura atau betawi. Dagingnya berasal dari daging domba muda. Potongan dagingnya besar, hampir 2cm. Potongan lemak yang biasa ditemukan di dalam setusuk sate bisa diganti dengan potongan ginjal, hati, atau jantung. Dimakan dengan dicelupkan ke dalam kecap manis encer. Irisan cabai rawit, tomat, dan bawang merah ditata terpisah. Jadi kita bisa merasakan rasa asli manisnya daging dombanya yang empuk. Kesan pertamanya adalah empuk dan bersih, tidak berlemak. Tidak ada bau daging kambing yang membuat mual. Di restoran Sate Tegal Abu Salim ini sate disajikan di atas hotplate. Seru melihat sate datang dengan mendesis dan mengepul di atas meja.

satetegalabusalim3
Sop kambing Abu Salim

Sop kambingnya tidak berlemak. Berbeda sekali dengan sop madura yang tergenang minyak hampir di seperempat bagian mangkuk saji. Sop kambing Sate Tegal Abu Salim penuh berisi daging dan tulang, tidak ada lemak. Tidak bersantan. Potongan tomat, daun bawang, dan perasan jeruk nipis membuat rasanya menjadi segar. Biasanya bibir penuh dengan minyak jika makan masakan kambing, tapi kali ini tidak. Benar-benar lidah naik kasta di Sate Tegal Abu Salim.

Secara umum, porsinya cukup. Biasanya makanan orang Arab porsinya buanyak. Mungkin karena restoran Arab keturunan, porsinya sudah menyesuaikan dengan kapasitas perut orang Indonesia.

satetegalabusalim5
Menu Sate Tegal Abu Salim

Makan nasi putih dengan sate dan sop kambing di Sate Tegal Abu Salim itu bikin ketagihan. Nikmat. Insya Allah saya akan datang lagi untuk mencoba menu yang lain.

Untuk para pecinta kambing, restoran ini wajib didatangi. Untuk para pecinta sate madura, sudah saatnya lidah naik kasta di Sate Tegal Abu Salim.

 

satetegalabusalim4
Yang traktir makan sudah kekenyangan

 

Makanan: Sangat Bagus.

Harga: Baik.

Tempat: Lumayan.

Pelayanan: Baik

Kembali atau tidak: Ya

 

Alamat: Jl. Raya Condet No. 2, Balekambang, Jak-Tim. Telp. 021-80878632. Dekat pertigaan Jl. Batu Ampar 1. Dekat Holland Bakery.

Vaksinasi Meningitis Umrah Haji di RSUP Persahabatan

Vaksinasi Meningitis Umrah Haji di RSUP Persahabatan ternyata sangat cepat dan mudah.

Sejak tahun 2002, pemerintahan Arab Saudi mewajibkan vaksinasi Meningitis untuk mereka yang akan datang ke Negara itu. Persyaratan pengajuan visa umrah dan haji pun salah satunya adalah kartu kuning vaksinasi Meningitis.

Vaksinasi meningitis biasanya diurus oleh agen travel. Calon jamaah umrah akan diarahkan untuk mendatangi tempat yang ditunjuk untuk melakukan vaksinasi Meningitis. Sebetulnya vaksinasi Meningitis boleh dilakukan di mana saja, tidak harus di tempat yang ditunjuk oleh agen travel. Untuk mendapatkan vaksinasi Meningitis kita dapat mendatangi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) seluruh Indonesia. Di Jakarta, vaksinasi Meningitis bisa dilakukan di Bandara Halim dan Soekarno Hatta atau Asrama Haji.

Karena umrah kali ini saya jalan sendiri, backpack, tidak melalui agen travel, saya harus melakukan semuanya sendiri. Saya mencoba menelepon Asrama Haji Bekasi. Melalui percakapan telepon dengan petugas di Asrama Haji Bekasi, saya menyimpulkan bahwa di sana antriannya agak panjang. Sebelumnya saya juga sudah mencari informasi melalui internet, dan mendapatkan informasi bahwa pelayanan vaksinasi di bandara dan asrama haji sangat padat dan antri.

Dari percakapan telepon, petugas Asrama Haji Bekasi mengatakan bahwa nanti saya juga harus ambil vaksinasi influenza. Beberapa provider vaksinasi Meningitis memang sering setengah memaksa meminta calon jamaah umrah untuk mengambil vaksin yang lain, seperti influenza dan pneumonia. Jika kita melakukan vaksinasi Meningitis melalui agen travel pun biasanya tim medisnya sering memberi informasi berlebihan dengan mengatakan bahwa vaksin influenza juga wajib diambil. Padahal, faktanya, hanya vaksin Meningitis yang diwajibkan oleh pemerintahan Arab Saudi. Belum lagi agen travel sering mengambil margin keuntungan lagi minimal 100rb per orang, di luar tarif vaksinasi. Total biaya vaksin bisa mencapai 750 ribu per orang. Biaya vaksinasi untuk umrah jadi sangat membengkak.

Jadi saran saya, meski berangkat umrah melalui travel, lakukan vaksinasi Meningitis secara mandiri saja. Tapi jangan lupa untuk menyerahkan kartu vaksinnya ke agen travel bersamaan dengan paspor. Coba telepon rumah sakit terdekat dan tanyakan apakah mereka melayani vaksinasi Meningitis untuk haji dan umrah.

Saya iseng telepon ke Rumah Sakit Umum Paru (RSUP) Persahabatan di Rawamangun. Ternyata mereka melayani pemberian vaksin Meningitis. Rupanya, meski yang berhak mengeluarkan kartu vaksinasi Meningitis adalah Kantor Kesehatan Pelabuhan, namun ternyata lembaga tersebut bekerja sama dengan beberapa rumah sakit. Saya memutuskan untuk mencoba ke RSUP Persahabatan.

vaksin mening2
Gedung IPMT RSUP Persahabatan

RSUP Persahabatan adalah rumah sakit kelas A, setara dengan RSCM. Ia adalah rumah sakit pemerintah yang secara khusus menangani penyakit paru-paru. Pelayanan vaksinasi Meningitis dilakukan di Gedung Instalasi Pelayanan Medik Terpadu (IPMT) RSUP Persahabatan, pukul 8.00-12.00, Senin-Jumat (Telp. 021-4891708 ext. 263). Belakangan saya agak akrab dengan rumah sakit ini karena menemani pengobatan tuberculosis tulang ibu selama setahun lebih di sana.

Di meja resepsionis, dengan senyum ramah, ibu setengah baya meminta fotokopi paspor dan foto 6×4 saya. Ini adalah syarat pembuatan kartu kuning vaksin Meningitis. Jangan sampai lupa dibawa, ya. Setelah mengisi formulir yang diberikan, saya menunggu dipanggil untuk mengecek tensi darah. Tidak lebih dari lima menit saya dipanggil dan dicek tekanan darahnya. Saya diberi berkas data dan diminta ke ruangan 13 setelah membayar biaya vaksin ke kasir. Biayanya 305 ribu (tahun 2016), sama dengan yang di Asrama Haji Bekasi. Sepertinya memang biaya standarnya sebesar itu.

vaksin mening3
Kuitansi pembayaran vaksisani Meningitis.

Setelah menyerahkan berkas dan menunjukkan kuitansi di ruangan 13, lima menit kemudian saya dipanggil untuk divaksinasi. Cepat sekali. Pesan petugas kesehatannya, jangan digaruk jika terasa gatal di bekas suntikan. Efek samping vaksin yang mungkin muncul antara lain rasa sakit dan ruam di sekitar luka suntikan.

Saya senang sekali dengan pelayanan di IPMT RSUP Persahabatan ini. Vaksinasi Meningitis Umrah Haji di RSUP Persahabatan sangat mudah. Cepat, ringkas, dan tidak ada biaya-biaya tambahan. Total waktu yang saya habiskan untuk vaksinasi hanya 15 menit. Tidak ada antrian.

Setelah memperoleh vaksinasi Meningitis, saya diberikan kartu ICV (International Certificate of Vaccination) berupa buku kecil seukuran buku nikah, berwarna kuning. Bismillah. Semoga sehat dan lancar ibadahnya nanti.

vaksin mening4
Buku Kuning Vaksinasi Meningitis

Untuk mendapatkah vaksinasi Meningitis terdekat di kota kamu, silakan lihat daftar lokasi Vaksinasi Meningitis dan RS Jabodetabek yang mengeluarkan buku kuning vaksin Meningitis di sini, ya!

Mengapa Harus Vaksinasi Meningitis?

Meningitis adalah penyakit akibat dari infeksi virus Neisseria Meningitidis (Meningokokus) yang menjalar pada selaput pelindung yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang (meninges). Ketika meradang, meninges membengkak karena infeksi yang terjadi. Sistem saraf dan otak bisa rusak pada beberapa kasus. Gejalanya adalah demam, sakit kepala, leher terasa kaku. Bakteri atau virus penyebab Meningitis bisa tersebar melalui batuk, bersin, ciuman, atau berbagi peralatan. Karena itu, untuk mencegah penularan penyakit ini, biasakan mencuci tangan, hidup higienis, memiliki pola hidup sehat (makan sehat bergizi, istirahat cukup, dan olahraga), menutup mulut saat bersin atau batuk, berhati-hati dalam memilih makanan terutama saat hamil.

Bakteri Meningokokus jarang ditemukan di Indonesia. Karena itu, banyak orang Indonesia yang tidak memiliki kekebalan terhadap bakteri tersebut. Vaksinasi sangat dianjurkan bagi orang Indonesia yang bepergian ke wilayah dengan penyebaran virus Meningokokus yang tinggi, yaitu Arab Saudi dan sebagian negara di Afrika.

Di Indonesia, produsen vaksin yang telah mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan telah disertifikasi halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) adalah Menveo. Nama vaksinnya Meningitis ACWY 135Y. Vaksin akan efektif setelah dua minggu disuntikkan ke dalam tubuh. Jadi, pastikan untuk mendapatkan vaksi ini setidaknya 2 minggu sebelum tanggal keberangkatan. Vaksin ini dapat memberi perlindungan sekitar dua tahun.

Kita selalu berlindung kepada Allah SWT untuk diberi kesehatan, tetapi berusaha lebih keras menjaganya dengan melakukan vaksinasi tidaklah merugi. Allahu a’lam.

Daftar Lokasi Vaksinasi Meningitis di Jabodetabek

Berikut Daftar Lokasi Vaksinasi Meningitis di Jabodetabek:

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hata, Cengkareng. Telp. 5502277
  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Halim Perdana Kusuma. Telp. 8000166
  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Pelabuhan Tanjung Priuk. Telp. 43931045
  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Pelabuhan Merak, Banten. Telp. 0254-571083
  • Asrama Haji Bekasi. Telp. 021-88960946
  • RS Persahabatan, Instalasi Pelayanan Medis Terpadu (IPMT), Rawamangun. Telp. 021-4891708 ext. 263 (Pengalaman saya vaksinasi Meningitis di RSIP Persahabatan bisa dilihat di sini.
  • RS Fatmawati Jak-Sel, Centra medika Haji dan Umroh lantai dasar, telp. 7501524 ext.1639
  • Garuda Sentra Medika, Kemayoran Telp. 4241000

Datanglah pagi hari di hari kerja, Senin-Jum’at. Jangan lupa membawa berkas:

  • Fotocopy paspor, 1 lembar
  • Foto 4×6, 1 lembar

Meningitis adalah penyakit akibat dari infeksi virus Neisseria Meningitidis (Meningokokus) yang menjalar pada selaput pelindung yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang (meninges). Ketika meradang, meninges membengkak karena infeksi yang terjadi. Sistem saraf dan otak bisa rusak pada beberapa kasus.

Bakteri Meningokokus jarang ditemukan di Indonesia. Karena itu, banyak orang Indonesia yang tidak memiliki kekebalan terhadap bakteri tersebut. Vaksinasi sangat dianjurkan bagi orang Indonesia yang bepergian ke wilayah dengan penyebaran virus Meningokokus yang tinggi, yaitu Arab Saudi dan sebagian negara di Afrika.

Sejak tahun 2002, pemerintahan Arab Saudi mewajibkan vaksinasi Meningitis untuk mereka yang akan datang ke Negara itu. Persyaratan pengajuan visa umrah dan haji pun salah satunya adalah kartu kuning vaksinasi Meningitis.

Masa Kecil Nabi Muhammad saw.

Inilah kisah tentang masa kecil Nabi Muhammad saw. setelah kelahiran beliau.

Bersama Ibu Susu

Dalam tradisi suku Quraisy, setiap bayi yang baru lahir akan disusui oleh wanita-wanita dari desa. Bayi itu akan tinggal di desa selama disusui. Udara di desa lebih bersih, lingkungan, bahasa, dan pergaulannya lebih terjaga. Di Makkah, para ibu susu dari Bani Sa’ad berdatangan dari desa untuk mencari bayi-bayi dari keluarga kaya. Tetapi tidak ada yang mau mengambil Muhammad saw, karena ia anak yatim dan miskin.

Seorang ibu bernama Halimah datang paling akhir. Tubuh kurusnya payah di atas keledai yang berjalan lambat tak bertenaga. Semalaman bayinya menangis karena air susu Halimah kering. Unta betina tua yang dibawanya pun tidak lagi bisa diperah susunya.

Tiba di Makkah, ia hanya mendapati bayi Muhammad saw. yang belum mendapatkan ibu susu. Hatinya diliputi gundah. Tidak membawa bayi untuk disusui artinya tidak mendapatkan uang. Membawa pulang bayi Muhammad saw. juga belum tentu ia mendapatkan uang yang cukup. Mungkin ia hanya akan mendapatkan beban saja dengan membawa bayi Muhammad saw., pikirnya. Dengan setengah hati, akhirnya ia mendatangi bayi Muhammad saw..

“Betapa tampannya anak ini ….” Muncul rasa sayang dan kasihan pada anak yatim itu. Meski sedikit merasa terpaksa mengambil bayi Muhammad saw., akhirnya Halimah membawa Bayi Muhammad ke desanya untuk disusui.

Ajaib! Saat bayi Muhammad saw. disusui Halimah, beliau dapat menyusu hingga kenyang. Begitu juga bayi halimah sendiri. Unta betina mereka pun penuh kantung susunya. Sejak malam itu keberkahan mengikuti keluarga Halimah. Mereka hidup berlimpah rezeki selama mengasuh Muhammad saw..

Bayi Muhammad saw. tinggal di tengah-tengah Bani Sa’ad hingga genap dua tahun. Di sanalah sebagian masa kecil Nabi Muhammad saw. dihabiskan. Ketika Muhammad saw. akan dikembalikan kepada Aminah, kota Makkah sedang diserang penyakit menular. Muhammad saw kecil pun dibawa lagi oleh Halimah ke desa dan tinggal di desa lagi  hingga berusia lima tahun.

Suatu ketika Muhammad saw kecil sedang bermain bersama teman-temannya. Tiba-tiba seorang lelaki datang. Ia memegang dan menelentangkan Muhammad saw.. Dibelahnya dada Muhammad saw. kecil, lalu mengeluarkan segumpal darah dari dada beliau. Gumpalan itu dicuci dengan air Zamzam, kemudian dimasukkan kembali.

Setelah itu lelaki itu pergi begitu saja. Anak-anak lain ketakutan, mereka mengira Muhammad saw. telah diculik dan dibunuh.

“Kamu baik-baik saja, Nak?” Halimah datang sambil berlari, memeluk Muhammad saw. penuh kekhawatiran dan ketakutan. Diperiksanya seluruh tubuh Muhammad saw.. Anehnya, tidak ada yang terluka. Nabi Muhammad saw. segar bugar. Wajah beliau malah makin berseri.

Ternyata lelaki itu adalah malaikat Jibril yang menyamar menjadi manusia. Ia datang untuk membersihkan hati Muhammad saw..

Yatim Piatu

“Nak, ayo kita ziarah ke makam ayahmu,” ajak Aminah. “Sekalian kita berkunjung ke keluarga di Madinah.” Aminah ingin mengenalkan anaknya kepada paman-pamannya. Saat itu Muhammad saw. berusia enam tahun. Ia sudah tinggal kembali bersama ibunya.

Dari Makkah ke Madinah, jarak yang ditempuh sekitar 500km. Nabi Muhammad saw. dan ibunya ditemani oleh Ummu Aiman, pembantu mereka.

Setelah berziarah dan tinggal di Madinah selama sebulan, mereka bersiap untuk pulang. Di tengah jalan, Aminah jatuh sakit. Kelelahan, ditambah kesedihannya mengingat Abdullah, membuat sakitnya tambah berat. Di Abwa, desa di antara Makkah dan Madinah, Aminah wafat. Masa kecil nabi Muhammad saw terasa pedih.

“Oh, Muhammad … Muhammad …. Betapa malangnya kamu,” Ummu Aiman memeluk Muhammad saw. kecil sambil terisak.

Di usianya yang baru enam tahun, Nabi Muhammad saw.  harus kehilangan kedua orangtua. Baru saja beliau meninggalkan makam ayahnya yang belum pernah dilihatnya, kini harus juga berpisah dengan ibunda tercinta. Masa Kacil Nabi Muhammad saw penuh ujian dan cobaan. Ini adalah didikan Allah SWT. agar Nabi Muhammad saw. menjadi pribadi yg mandiri dan dewasa.

Kembali Kepada Kakek yang Penyayang

Muhammad saw. kembali ke Makkah bersama Ummu Aiman. Mereka tiba di rumah Abdul Muthalib, kakek Muhammad saw.. Nabi masih merasa sedih dan kehilangan.

“Kemarilah, cucuku!” Abdul Muthalib memeluk Muhammad saw. erat. Betapa ibanya sang kakek pada cucunya. Tiada berayah, tiada beribu, betapa sedihnya.

Selama dua tahun, Muhammad saw. selalu dibawa oleh kakeknya ke mana pun pergi. Saat Abdul Muthalib berkumpul  dengan para pembesar Quraisy, Muhammad selalu duduk di samping kakeknya itu.

“Untuk apa selendang itu kau bawa terus?” Seorang pembesar Quraisy bertanya kepada Abdul Muthalib.

“Ini tempat duduk istimewa cucuku!” Abdul Muthalib tertawa sambil menggelar selendangnya. Para pembesar Quraisy saling berpandangan. Muhammad saw. pun duduk di atas selendang itu. “Tak ada seorang pun yang boleh duduk di atasnya kecuali cucuku ini,” tambah Abdul Muthalib. “Cucuku ini punya sesuatu yang luar biasa. Kalian lihat saja nanti,” ujar sang kakek.

Sayangnya, ketika Muhammad saw mulai merasakan kasih sayang yang tak bisa ia dapatkan dari ayah ibunya, beliau pun harus merasakan kehilangan untuk ketiga kalinya. Abdul Muthalib pun meninggal dunia saat Muhammad saw berusia 8 tahun. Ini adalah ujian yang Allah berikan untuk mendidik Muhammad saw. agar lebih mandiri dan kuat.

Sejak itu, Muhammad saw. berada dalam pengasuhan pamannya, Abu Thalib, sesuai wasiat sang kakek. Muhammad saw . ingin membalas budi. Beliau tahu Abu Thalib bekerja keras untuk menghidupi kesepuluh anaknya, termasuk dirinya. Beliau pun menawarkan diri untuk mambantu pamannya berdagang. Pamannya tidak setuju karena kasihan, beliau masih terlalu kecil untuk bekerja. Tapi Muhammad saw. tetap bekerja menjadi penggembala kambing dengan imbalan beberapa dinar.

Itulah masa kecil Nabi Muhammad saw. setelah beliau lahir.

Kelahiran Nabi Muhammad saw

Kelahiran Nabi Muhammad saw sebagai nabi dan rasul terakhir sudah dinanti umat manusia. Sebelum Nabi Muhammad saw lahir, dunia dalam kerusakan. Manusia yang seharusnya menjadi pemimpin bumi menjadi lalai dan zhalim.

Allah Subhanahu wa ta’ala telah menciptakan alam semesta beserta isinya. Bumi, langit, planet-planet, semua makhluk, adalah bagian kecil dari ciptaan-Nya. Manusia pertama di dunia, Nabi Adam dan Hawa ditempatkan di bumi untuk menjadi pemimpin yang mengurus bumi ini. Nabi Adam dan Hawa memiliki anak cucu yang beranak-pinak hingga ribuan dan jutaan manusia.

Sejak Nabi Adam hidup di bumi, Allah Subhanahu wa ta’ala mengutus para rasul dan nabi untuk membimbing manusia agar taat kepada-Nya. Nabi adalah manusia biasa yang ditugaskan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala untuk menjaga manusia agar tetap menyembah-Nya. Sedangkan rasul ditugaskan untuk mengajak orang kafir untuk beriman kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Setan selalu menggoda manusia untuk melupakan Allah Subhanahu wa ta’ala. Ada manusia yang menyembah matahari, api, atau patung-patung. Ada juga yang manusia yang membunuh manusia lain. Orang yang kaya menindas orang yang miskin. Kejahatan terjadi di mana-mana.

Tiba masanya datang utusan Allah Subhanahu wa ta’ala yang terakhir. Ia datang untuk menyempurnakan tugas semua nabi dan rasul di seluruh dunia. Siapakah dia?

Sementara itu, di Jazirah Arabia yang tandus, tinggallah seorang bernama Hasyim. Dia adalah  anak dari Abdu Manaf. Jika ditelusuri terus nenek moyang Hasyim, ia adalah keturunan Fihr, cucu Nabi Ismail, putra dari Nabi Ibrahim. Hasyim adalah orang kaya yang terkenal jujur. Ia ditugaskan untuk memberi makan dan minum orang-orang yang datang berziarah ke Ka’bah di kota Makkah.

Hasyim punya empat orang anak laki-laki dan lima anak perempuan. Semua keturunan Hasyim disebut Bani Hasyim, artinya anak-cucu Hasyim. Keturunan Bani Hasyim tidaklah terlalu kaya, tetapi memiliki kewibawaan yang tinggi di antara suku-suku Quraisy.

Salah seorang anak Hasyim bernama Abdul Muthalib. Dialah yang menggali sumur Zamzam sebagai sumber minuman bagi suku Quraisy. Anak Abdul Muthalib ada enam belas anak. Satu anak Abdul Muthalib yang paling tampan, baik hati, dan penyayang bernama Abdullah.

Ketika anak Abdul Muthalib yang bernama Abdullah ini dewasa, ia dinikahkan dengan Aminah. Aminah adalah anak dari Wahab, anak Abdu Manaf. Abdu Manaf adalah pemimpin Bani Zuhrah. Keluarga Aminah adalah keluarga mulia yang terhormat dan terpandang.

Setelah Abdullah dan Aminah menikah di kota Makkah, Abdullah pergi ke Suriah untuk berdagang. Sayangnya, ketika sampai di perjalanan pulang melewati Madinah untuk menengok pamannya, Abdullah wafat. Aminah yang telah mengandung anak Abdullah sedih sekali. Anaknya yang sedang dikandungnya tidak akan pernah melihat ayahnya. Janin Nabi Muhammad saw sudah yatim sebelum lahir.

Kelahiran Nabi Muhammad saw. ditandai dengan peristiwa-peristiwa besar.

“Kudengar api sembahan orang Majusi padam!” Seseorang berkata.

“Sepuluh balkon istana Raja Kisra runtuh!” Terdengar kabar lagi dari yang lain.

“Gereja-gereja di sekita Buhairah amblas ke dalam tanah!” Orang-orang sibuk membicarakan peristiwa-peristiwa besar yang terjadi dalam waktu yang bersamaan. Saat itu hari Senin, 12 Rabi’ul Awal, tahun 570M. Inilah hari kelahiran Nabi Muhammad saw

“Aku tidak mengerti …. Setelah bayiku lahir, ada cahaya memancar dari tempatnya lahir. Sinarnya menerangi istana-istana di Syam,” ujar Aminah. “Apa yang terjadi?” Wajah Aminah tampak bingung.

Tapi pancaran bahagia tak dapat ditutup dari wajahnya, meski ia masih tampak letih usai melahirkan anaknya. Ada rasa sedih saat mengingat Abdullah, ayah bayinya.

Abdul Muthalib termenung. Beberapa peristiwa aneh yang terjadi menjadi tanda kelahiran Nabi Muhammad saw, cucunya. Ia yakin cucunya seorang yang istimewa. Setengah berlari, Abdul Muthalib membawa Muhammad saw. ke dalam Ka’bah. Ia memanjatkan syukur dan doa kepada Allah SWT.

“Cucuku yang tampan …,” Abdul Muthalib menimang bayi itu. Ia tampak senang sekali. “Namamu Muhammad, artinya yang terpuji,” ujarnya. Orang-orang terheran-heran dengan nama yang belum pernah dikenal sama sekali di antara orang Arab.

“Kenapa tidak diberi nama seperti nama nenek moyang kita?” tanya seorang pembesar Quraisy.

“Aku ingin dia dipuji penduduk bumi dan langit,” ujar Abdul Muthalib sambil tersenyum.

Lima puluh hari kemudian setelah kelahiran Nabi Muhammad saw., terjadi peristiwa besar di Makkah. Raja Abrahah datang dengan pasukan bergajahnya untuk menghancurkan Ka’bah. Raja Abrahah tidak suka orang-orang datang ke Ka’bah. Ia juga merampas dua ratus unta milik orang-orang Arab.

Dengan berani, Abdul Muthalib menghadapi Abrahah. “Kembalikan untaku! Unta-unta itu milikku, sedang Ka’bah adalah milik Allah. Dia yang akan menjaganya.”

Benar saja, pasukan bergajah dihancurkan Allah SWT dengan mengutus burung-burung Ababil yang melempari mereka dengan batu berapi. Pasukan bergajah Abrahah pun hancur dengan tubuh penuh lubang seperti daun yang dimakan ulat.

Kelahiran Nabi Muhammad saw. adalah berkah bagi bumi.