Bangun Lebih Pagi Itu Mudah. Begini Caranya!

Banyak orang yang tidak tahu cara bangun lebih pagi. Sebetulnya, Sangat mudah menemukan penyebab dari bangun kesiangan; tidur larut, terlalu lama menonton televisi atau tidak berhenti menggunakan gadget di saat waktu tidur. Sinar dari layar gadget membuat tubuh melepaskan adrenalin, sehingga membuat kita terjaga hingga larut malam. Masalah tidur malam sebetulnya merupakan hasil dari kondisi di sekitar yang masih aktif saat jam tidur.

Menurut Roenneberg T, dkk dalam Social Jetlag and Obesity (2012), sebetulnya, pola tidur tidak ada kaitannya dengan kemalasan, tetapi berkaitan dengan ketidakcocokan antara jam biologis tubuh dan kebutuhan jadwal harian. Jika pola tidur kita sudah mengganggu jadwal harian, maka sudah saatnya memutus kebiasaan bangun siang.

Simak tips berikut, ya.

1. Ketahui Persis Mengapa Harus Bangun Pagi

Jika jadwal kerja kita adalah di pagi hari, tentu bangun pagi adalah sebuah kewajiban. Itu adalah alasan paling sederhana. Jika kamu Muslim, waktu pagi sebelum subuh adalah waktu yang utama dan diberkahi.

Penelitian di Texas University (2008) menunjukkan bahwa mahasiswa yang bangun lebih bagi memiliki nilai yang lebih tinggi. Nilai tinggi akan membantu mahasiswa untuk mendapatkan karir yang lebih baik.

Randler, seorang ahli biologi Harvard menemukan bahwa orang yang bangun lebih pagi adalah orang yang lebih proaktif. Ia mampu mengidentifikasi target jangka panjang dan merasa perlu merealisasikannya. Ia dapat mengantisipasi dan meminimalisir masalah secara efisien dan menjadi seorang perencana yang baik. Ini yang membuatnya berhasil dalam pekerjaannya.

Menurut penelitian, Orang yang bangun lebih pagi juga cenderung  menunjukkan karakter optimis, puas, cermat, teliti, dan mudah bekerja sama. Sementara orang yang tidur larut dan bangun siang cenderung menunjukkan karakter depresi, pesimis, dan gejala neurosis (ketidakseimbangan mental yang menyebabkan stres).

Bangun pagi juga membuatmu tidak terburu-buru dan punya banyak waktu untuk diri sendiri, keluarga, dan untuk berolahraga.

Penelitian DePaul University menemukan bahwa orang yang tidur larut cenderung suka menunda. Kebiasaan menunda ini buruk bagi pengembangan diri dan pekerjaan.

Nah, sudah mulai kepingin bangun pagi?

2. Tentukan Jadwal Bangun Kamu

Jangan hanya sekadar niat bangun lebih pagi, tetapi pasang target yang sangat spesifik. Misalnya kamu mau bangun pukul 4, sesaat sebelum waktu shalat subuh. Ulang-ulang terus dalam pikiran. Kalau perlu, tuliskan target bangun itu dalam selembar kertas dan tempelkan di tempat yang terlihat.

3. Pasang Alarm 15 Menit Lebih Cepat Setiap Hari

Jika saat ini kita biasa bangun jam 6, maka pasang alarm pukul 5.45. Jika sudah terbangun pukul 5.45, lanjutkan pasang alarm jam 5.30 keesokan harinya. Terus lanjutkan sampai pada target yang diinginkan. Jangan berhenti sama sekali sebelum target tercapai. Konsisten! Bahkan saat hari libur, tetap harus lanjutkan targetnya setiap hari. Sekali kita mundur atau berhenti, kita harus ulang lagi dari awal. Nah, daripada sia-sia, lebih baik teguhkan hati untuk tidak berhenti.

4. Once You Snooze, You Lose

Jangan sekali-kali menunda bangun saat mendengar alarm. Tidur yang terputus-putus (fragmented sleep) akan menyebabkan kelelahan dan mengantuk sepanjang hari (American Journal of Clinical Nutrition, 2011). Menambah tidur beberapa saat saja tidak memiliki efek apa-apa, tidak akan berpengaruh pada kualitas tidur. Tidur terputus malah akan menurunkan produktivitas. Lebih baik segerakan bangun meski kita merasa kurang tidur, jangan sekali-kali menunda bangun.

5. Tidur Yang Cukup dan Sehat

Menurut penelitian Japan Epidemiology Association, tidur yang ideal adalah 6.5 – 8 jam per hari, tidak lebih tidak kurang. Orang yang tidur sejumlah waktu itu memiliki usia lebih panjang dibanding yang tidak. Oswold (1984) menyatakan dalam Potter & Perry (2005) bahwa saat kita tidur, terjadi perubahan dalam aliran darah selebral, peningkatan aktivitas kortikal, peningkatan konsumsi oksigen dan pelepasan epinefrin yang membantu penyimpanan memori dan berguna dalam pembelajaran (kognitif), dan pembaruan sel tubuh seperti otak, kulit serta sumsung tulang.

Tidur juga kita perlukan untuk mendapatkan energi. Kurang tidur akan mengakibatkan gangguan pada tubuh. Karena itu, jika kita ingin bangun lebih awal, maka pilihan terbaiknya adalah kita harus tidur lebih awal, bukan mengurangi jam tidur. Tidur lebih awal akan membuat kita bangun lebih cepat dan lebih mudah.

6. Segera Mandi Sesaat Setelah Bangun

Mandi membuat tubuh terasa segar dan lebih berenergi, baik secara fisik maupun mental. Perasaan ini perlu dijaga di saat masa paling produktif tubuh kita, yakni di pagi hari. Mandi akan membantu untuk lebih bersemangat saat bangun di pagi hari.

7. Temukan Sesuatu Yang Membuatmu Semangat

Ketika bangun, pikirkan tentang hal menarik atau target yang ingin kita lakukan saat terbangun di pagi hari. Tuliskan dan tempelkan di tempat yang terlihat saat bangun tidur. Jika memungkinkan, lakukan sedikit kesukaan itu sesaat setelah bangun pagi. Ini berfungsi sama dengan mandi sesaat setelah bangun pagi. Melakukan sedikit hobi  di pagi hari pasti akan membuat kita lebih semangat.

8. Bersiap Sebelum Tidur

Sebelum tidur, rencanakan apa yang ingin dilakukan besok. Kita bisa menuliskan rencana itu di atas kertas, atau mengulang-ulangnya dalam pikiran dan ucapan. Kita bisa katakan keras-keras, misalnya, “Aku harus bangun jam 4 besok pagi. Mandi, shalat, tilawah satu halaman, doodling, ….” dan seterusnya.

Buatlah ritual sebelum tidur untuk membuat kondisi nyaman dan siap untuk tidur. Matikan gadget, matikan lampu, rapikan tempat tidur. Lakukan ritual sebelum tidur seperti cuci muka, sikat gigi, atau berwudhu. Mandi sebelum tidur juga baik untuk membuat tubuh rileks dan bersih setelah beraktivitas seharian. Melakukan ritual sebelum tidur selain menciptakan kondisi yang lebih sesuai untuk tidur, juga membantu bagi mereka yang memiliki kesulitan tidur cepat.

Nah, selamat mempraktikkan tips di atas! []

 

Sumber bacaan:

Be the first to comment

Tambah info dan komentarmu di sini, ya!